Asa Prodi Teknik Mesin Unila Menjadi Center of Excellence (CoE) Melalui Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambit. Untuk memudahkan Perguruan Tinggi (PT) di dalam menerapkan kebijakan “Merdeka Belajar – Kampus Merdeka” pemerintah telah menyusun panduan hibah, dan kampus yang mendapatkan hibah diharapkan menjadi Center of Excellence bagi kampus lainnya.
Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, mahasiswa memiliki kesempatan untuk 1 (satu) semester atau setara dengan 20 (dua puluh) sks menempuh pembelajaran di luar program studi pada Perguruan Tinggi yang sama; dan paling lama 2 (dua) semester atau setara dengan 40 (empat puluh) sks menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di Perguruan Tinggi yang berbeda, pembelajaran pada program studi yang berbeda di Perguruan Tinggi yang berbeda; dan/atau pembelajaran di luar Perguruan Tinggi.
Prodi S1 Teknik Mesin ditetapkan oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unila sebagai salah satu dari dua prodi yang akan diusulkan sebagai penerima hibah menjadi Model Center of Excellence Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

Untuk keperluan tersebut, prodi S1 Teknik Mesin telah membentuk task force yang dikomandoi oleh Ir. Yanuar Burhanudin, M.T. dan sudah bekerja maraton selama sepekan ini untuk menyiapkan proposal

Saat ini Selasa, 09 Maret 2021 sedang berlangsung rapat koordinasi Jurusan, Prodi dan task force untuk mengevaluai proges proposal yang akan dikirm ke LP3M Unila tanggal 19 Maret 2021. Kerja keras task force dukungan seluruh dosen dibutuhkan supaya dihasilkan proposal yang layak untuk didanai. Selamat bekerja…Mesin Jaya Mesin Gaya.(Sdi)
