Sekilas D3 Teknik Mesin Unila

­­

Sekilas Prodi D3 Teknik Mesin Unila

Rangkuman ini merupakan rangkuman dari hasil evaluasi diri yang meliputi deskripsi SWOT tujuh komponen bagian secara internal terdiri dari: masukan, proses, keluaran, hasil, dan dampak dari proses penyelenggaraan pendidikan tinggi di Prodi D3 Teknik Mesin Unila. Deskripsi tersebut dimanfaatkan untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan. Peluang dan ancaman diidentifikasi secara eksternal yang meliputi: sumber dana, institusi pesaing, kebijakan,  teknologi, dan lingkungan alam. Faktor-faktor secara internal dan eksternal secara komprehensif dianalisis dengan SWOT baik per komponen, maupun dianalisis keterkaitan antar komponennya, sehingga diperoleh strategi pengembangan prioritas yang akan dilaksanakan oleh Prodi D3 Teknik MesinUnila kedepannya.

 

Komponen A: Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pencapaiannya.

Rumusan Visi Prodi D3 Teknik MesinUnila, yaitu:Prodi D3 TMmenjadi program studi yang unggul dan berdaya saing pada level nasional dan regional di bidangmesin produksi dan perawatanpada tahun 2025, selaras dengan Visi Fakultas Teknik (Pada Tahun 2025 Fakultas Teknik Universitas Lampung menjadi 10 terbaik nasional dan berdaya saing global). Visi Fakultas Teknik Unila dimaknai bahwa Fakultas Teknik akan menjadi 1 dari 10 Fakultas Teknik terbaik di Indonesia pada 2025. Misi Prodi D3 Teknik MesinUnila seperti yang tertera di dalam dokumen Renstra 2016-2020yaitu sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan pendidikan yang unggul dan berdaya saing tinggi dalam bidang mesin produksi dan perawatan.
  2. Melaksanakan penelitian secara berkelanjutan di bidang mesin produksi dan perawatan.
  3. Melakukan pengabdian kepada masyarakat di bidang mesin produksi dan perawatansesuai dengan kebutuhan masyarakat; dan
  4. Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan di bidang tridama perguruan tinggi dengan institusi lain di dalam dan luar negeri.

Rumusan tujuanProdi D3 Teknik MesinUnila sudah selaras dengan tujuan Fakultas Teknik Unila. Adapun tujuan Prodi D3 Teknik MesinUnila dijabarkan pada poin berikut ini.

  1. Menghasilkan ahli madya mesin yang profesional dan berdaya saing tinggi;
  2. Mengembangkan bidang mesin produksi dan perawatan yang dibuktikan dengan menerbitkan hasil penelitian dan/atau rancang bangun pada jurnal ilmiah.
  3. Meningkatkan pemahaman dan penerapan tentang mesin produksi dan perawatanmelalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas kerjasama yang saling menguntungkan di bidang mesin produksi dan perawatan dengan institusi lain di dalam dan luar negeri.

Rumusan sasaran Prodi D3 Teknik MesinUnila relevan/selaras dengan misinya. Oleh sebab itu,Prodi D3 Teknik MesinUnila juga mempunyai sasaran sebagai berikutsasaran  bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama yang dinyatakan secara kuantitatif (target) dalam waktu tertentu.

Hasil deskripsi SWOT Komponen A diperoleh: 6 kekuatan, kelemahan tidak ada, 3 peluang, dan 1 ancaman.  Kekuatan dari Komponen A, yaitu: (1) Prodi D3 Teknik Mesin telah memiliki visi, misi, sasaran, dan tujuan yang sangat jelas dan realistis; (2) Visi Prodi D3 Teknik Mesin telah selaras dengan visi Fakultas Teknik Unila; (3) Prodi D3 Teknik Mesin telah memiliki rumusan misi yang sangat jelas, spesifik, fokus pada kompetensi yang dimiliki dan selaras dengan misi Fakultas Teknik Unila; (4) Prodi D3 Teknik Mesin telah memiliki rumusan tujuan yang telah selaras dengan tujuan Fakultas Teknik Unila  berdasarkan visi, misi, dan tata nilai  Fakultas Teknik Unila serta tantangan di masa depan dengan mempertimbangkan sumberdaya dan infrastruktur yang telah dan akan dimiliki Prodi D3 Teknik Mesin; (5) Prodi D3 Teknik Mesin telah memiliki rumusan sasaran yang relevan dengan misi Fakultas Teknik Unila serta dijawab melalui strategi-strategi dalam empat periode Renstra yang telah dirumuskan dalam RPJP Prodi D3 Teknik Mesin 2007-2025; (6) Keterkaitan antara visi, misi, tujuan, dan sasaran institusi dimulai dari pembentukan visi dan misi Prodi D3 Teknik Mesin, serta tujuan dan sasaran yang merupakan pencerminan dalam pencapaian visi dan misi yang telah dibentuk;Kelemahan dari Komponen A tidak ada. Peluang dari Komponen A, yaitu: (1) Kerjasama dengan instansi lain yang semakin terbuka (Instansi Pemda, Pemerintah Pusat, BUMN, Perusahaan Swasta, Pemerintah dan Lembaga Asing serta PT LN); (2) Daya dukung pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam bidang pendidikan sangat tinggi; (3) Tersedianya berbagai hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai sumber seperti instansi pusat maupun daerah dan internasional.Ancaman dari Komponen A, yaitu Sasaran dan strategi Prodi harus dinamis dalam mengakomodasi kebutuhan pasar.

 

Komponen B: Tata pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu

Hasil deskripsi SWOT Komponen B diperoleh 10 kekuatan, 1 kelemahan, 2 peluang, dan 3 ancaman.  Kekuatan dari Komponen B, yaitu: (1) Sistem Kepemimpinan, pengalihan serta akuntabilitas pelaksanaan tugas di Prodi D3 Teknik Mesin mengacu kepada nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang telah ditetapkan dalam Statuta Unila dan Tata Pergaulan Unila yang telah disepakati bersama; (2) Setiap kebijakan Prodi D3 Teknik Mesin yang akan diterapkan dan diberlakukan selalu melibatkan partisipasi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui mekanisme rapat rutin prodi/rapat jurusan; (3) Efisiensi dan efektivitas kepemimpinan operasional, organisasi, dan publik di Prodi D3 Teknik Mesin telah dicapai pada semua unsur pelaksana; (4) Prodi D3 Teknik Mesin telah melaksanakan program pelacakan lulusan terstandarisasi secara rutin yang dievaluasi dan digunakan dalam memberikan umpan balik pada proses pembelajaran dan layanan kemahasiswaan; (5) Hasil evaluasi internal dan eksternal dimanfaatkan dalam perencanaan dan pengembangan program sehingga perolehan data menjadi lebih mudah, sahih, dan handal; (6) Hasil evaluasi program telah memberikan dampak pada pengalaman dan mutu pembelajaran mahasiswa; (7) Pengelolaan mutu Prodi D3 Teknik Mesin telah dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan dengan mekanisme yang jelas; (8) Penjaminan Mutu Prodi D3 Teknik Mesin telah diintegrasikan dengan universitas (PPM-LP3M) dan fakultas (TPMF); (9) Pelaksanaan penjaminan mutu berdampak positif terhadap pengalaman dan mutu hasil belajar mahasiswa antara lain  pencapaian IPK yang lebih tinggi, masa mukim, dan masa tunggu mendapatkan pekerjaan yang singkat; (10) Baku mutu ditentukan berdasarkan hasil analisis SWOT serta visi, misi, dan tujuan Prodi D3 Teknik Mesin.Kelemahan dari Komponen B, yaitu: (1) Kesadaran tenaga pendukung untuk tertib administrasi dan prosedur masih rendah; Peluang dari Komponen B, yaitu: (1)Kepedulian masyarakat terhadap dunia pendidikan tinggi; (2) Tuntutan pasar kerja akan kompetensi lulusan perguruan tinggi semakin tinggi.Ancaman dari Komponen B yaitu yaitu: (1) Perkembangan secara dinamis prodi yang sama di perguruan tinggi lain, untuk menjadi yang terbaik di Indonesia; (2) Nama perguruan tinggi besar, dalam dan luar negeri memiliki daya jual yang lebih besar; (3) Kecenderungan calon mahasiswa berkualitas memilih perguruan tinggi besar di Jawa atau Luar Negeri.

 

Komponen C: Mahasiswa dan Lulusan

Hasil deskripsi SWOT Komponen C diperoleh  9 kekuatan, 4 kelemahan, 2 peluang, dan 3 ancaman.  Kekuatan dari Komponen C, yaitu: (1)  Sistem rekrutmen calon mahasiswa baru Prodi D3 Teknik Mesin berpedoman pada aturan-aturan dasar yang ditetapkan oleh pemerintah. Prodi D3 Teknik Mesin melalui Unila memiliki pedoman sistem rekrutmen calon mahasiswa baru berdasarkan statuta dan peraturan akademik Unila; (2) Mahasiswa Prodi D3 Teknik Mesin memiliki kemampuan akademik yang baik tercermin dari  rasio calon mahasiswa ikut seleksi dengan rata-rata tingkat keketatan 1:2; sosio-ekonomi menengah, serta mempunyai kepribadian yang mandiri dan kreatif; (3) Prodi D3 Teknik Mesin melibatkan mahasiswa dalam berbagai komisi melalui peran serta mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Prodi D3 Teknik Mesin antara lain pengelolaan bengkel servis motor TVS Lampung; (4) Mahasiswa Prodi D3 Teknik Mesin aktif mengikuti kegiatan ekstra kurikuler seperti Kontes Mobil Hemat Energi kategori gasoline dan listrik ; (5) Animo calon mahasiswa untuk menjadi mahasiswa Prodi D3 Teknik Mesin relatif stabil. (6) Layanan akademik dan nonakademik bagi mahasiswa Prodi D3 Teknik Mesin sudah sangat baik; (7) Kompetensi dan etika lulusan Prodi D3 Teknik Mesin sudah mencapai Standar Kompetensi Lulusan Unila dan  Sistem Penjaminan Mutu prodi, fakultas dan Unila; (8) Hasil pembelajaran di Prodi D3 Teknik Mesin telah memberikan dampak terhadap ketercapaian kompetensi dibandingkan dengan yang diharapkan; kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan pengguna lulusan; peningkatan IPK dan penurunan masa mukim; kepuasan lulusan terhadap proses pembelajaran; (9) Hasil tracer study menunjukkan bahwa pengguna lulusan memberi penilaian sangat baik terhadap lulusan Prodi D3 Teknik Mesin; (10) Produk-produk  prodi berupa model-model, karya inovatif, hak paten, hasil pengembangan prosedur kerja, dan produk fisik sebagai hasil penelitian sudah baik. Kelemahan dari Komponen C yaitu: (1) Prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional belum optimal; (2) Jumlah judul Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai Dikti terutama yang  lolos Pimnas masih sedikit; (3) Persentase rata-rata jumlah calon mahasiswa yang tidak mendaftar ulang lebih kurang 18%; (4) Pelaksanaan program pelatihan kegiatan Program Kreatif Mahasiswa (PKM) belum optimal. Peluang dari Komponen C yaitu: (1) Jumlah lulusan SMA dan sederajat meningkat, namun angka partisipasi kasar (APK) SMA di Lampung masih rendah (berkisar 25%); (2) Pertumbuhan investasi baru di Lampung dan daerah sekitar memerlukan tenaga kerja yang besar dengan berbagai kompetensi. Ancaman dari Komponen C, yaitu: (1) Banyak perguruan tinggi besar melakukan tes penerimaan mahasiswa baru di Lampung; (2) Adanya prodi D3 Teknik Mesin di perguruan tinggi lain di Lampung.

 

Komponen D: Sumber Daya Manusia.

Hasil deskripsi SWOT Komponen D diperoleh 7 kekuatan, 2 kelemahan, 3 peluang, dan tidak ada ancaman.  Kekuatan dari Komponen D, yaitu: (1)  Perekrutan dosen dan tenaga kependidikan di Prodi D3 Teknik Mesin melalui Unila dilakukan secara transparan dan konsisten sesuai dengan peraturan yang ada; (2) Pengelolaan SDM di Prodi D3 Teknik Mesin dilakukan secara terprogram dan diarahkan untuk pencapaian kinerja masing-masing SDM tersebut; (3) Profil Dosen Prodi D3 Teknik Mesin telah memenuhi standar BAN-PT (14 dosen dengan kualifikasi S-2 71,43% dan S-3 28,57%) serta didukung tenaga  kependidikan sebanyak 5 orang di prodi dan 32 orang di fakultas/universitas; (4) Dosen Prodi D3 Teknik Mesin produktif dalam menghasilkan karya akademik (Selama 3 tahun terakhir (2014-2016)  meliputi hasil penelitian, buku ajar, modul, publikasi ilmiah baik nasional maupun internasional, Paten/HAKI dan karya lainnya yang tersebar dalam berbagai skim dan sumber dana penelitian yang mencapai Rp 1,57 milyar); (5) Peraturan kerja dan kode etik prodi mengacu pada Peraturan kerja dan kode etik Universitas Lampung tertuang dalam Peraturan Akademik (Peraturan Rektor Universitas Lampung No. 3787/UN26/DT/2013) dan Kode Etik Unila (Peraturan Rektor Universitas Lampung Nomor: 357/UN26/DT/2012); (6) Pengembangan dosen dan tenaga kependidikan Prodi D3 Teknik Mesin dilakukan secara terprogram dan berkelanjutan untuk memenuhi jumlah dan kualifikasinya; (7) Pengembangan dosen dan tenaga kependidikan dilakukan untuk mendukung terwujudnya tata kelola organisasi Prodi D3 Teknik Mesin yang baik. Kelemahan dari Komponen D, yaitu: (1) Jumlah tenaga pendukung (staf administrasi, teknisi, laboran) bersertifikat keahlian belum memadai; (2) Pelaksanaan program pelatihan bahasa Inggris baik untuk mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan belum optimal. Peluang dari Komponen D, yaitu: (1) UU Sisdiknas yang kondusif bagi pengembangan PT; (2) Kebijakan anggaran pendidikan pemerintah sebesar 20% dari APBD/APBN mulai diimplementasikan tahun 2009; (3) Alokasi dana penelitian dan pengabdian dari pemerintah yang semakin meningkat. Ancaman tidak ada.

 

Komponen E: Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik

Hasil deskripsi SWOT Komponen E diperoleh 19 kekuatan, 1 kelemahan, 1 peluang, dan 1 ancaman.  Kekuatan dari Komponen E, yaitu: (1)  Kurikulum, sistem pembelajaran, dan suasana akademik Prodi D3 Teknik Mesin, telah diarahkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran Prodi D3 Teknik Mesin yang disusun melalui tahapan analisis SWOT yang didasarkan pada kebijakan serta  kajian mendalam keilmuan (scientific vision) program studi; (2) Prodi D3 Teknik Mesin telah melakukan penyusunan kurikulum berdasarkan tuntutan dan kebutuhan stakeholders melalui tracer Study, masukan dari alumni, asosiasi profesi, pengguna dan pelaksanaannya dimonev secara rutin sehingga menjamin relevansinya; (3) Struktur kurikulum di Prodi D3 Teknik Mesin dikembangkan dan akan dilaksanakan berdasarkan kompetensi dengan mengacu pada SN Dikti dan KKNI; (4) Integrasi antar mata kuliah menunjukkan keterkaitan yang tinggi dan ditinjau ulang secara periodik; (5) Kurikulum Prodi D3 Teknik Mesin  telah mengakomodir muatan lokal yang termuat pada kurikulum institusional. Kurikulum institusional adalah bagian dari kurikulum yang disusun oleh prodi dan berkenaan dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas Prodi D3 Teknik Mesin; (6) Mata kuliah pilihan Prodi D3 Teknik Mesin wajib diambil oleh mahasiswa dengan dua keahlian guna menjamin keleluasaan bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuannya secara luas; (7) Kurikulum Prodi D3 Teknik Mesin disusun untuk memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri, terjun ke dunia kerja/industri, dan melanjutkan ke jenjang di atasnya; (8) Misi pembelajaran Prodi D3 Teknik Mesin  terdiri dari pengembangan/ pelatihan kompetensi serta efisiensi dengan menerapkan resources sharing; (9) Prodi D3 Teknik Mesin senantiasa berkomitmen dalam menjaga mutu melalui kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan, kesesuaian materi pembelajaran dengan tujuan mata kuliah, efisiensi dan produktivitas, struktur dan rentang kegiatan mengajar serta penggunaan teknologi informasi; (10) Prodi D3 Teknik Mesin telah menerapkan kurikulum dengan mengembangkan metode active learning yang mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar, regulasi bimbingan tugas akhir pada Peraturan akademik, dan memberikan peluang mahasiswa untuk mengembangkan diri dalam proses belajar; (11) Prodi D3 Teknik Mesin telah memiliki peraturan mengenai penilaian kemajuan dan penyelesaian studi mahasiswa. Prodi D3 Teknik Mesin juga telah menerapkan sistem penilaian kemajuan dan keberhasilan belajar dengan mengacu pada peraturan akademik yang berlaku; (12) Prodi D3 Teknik Mesin menyediakan sarana baik berupa ruangan, fasilitas pembelajaran, hingga sarana TI yang dapat memfasilitasi interaksi Dosen-Mahasiswa; (13) Penilaian terhadap mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik oleh TPMP yang bekerjasama dengan PPm-LP3M secara periodik, dengan Borang Evaluasi Mutu Perkuliahan, Borang Evaluasi Mutu Praktikum, dan untuk pembimbingan akademik dan tugas akhir dinilai dengan borang yang menyatu dengan Borang Penilaian prodi menunjukkan bahwa mutu interaksi kegiatan akademik sivitas akademika (dosen dan mahasiswa) Prodi D3 Teknik Mesin telah bermutu baik; (14) Prodi D3 Teknik Mesin telah menetapkan payung hukum yang kuat (Panduan Akademik) dalam hal rancangan pengembangan suasana akademik yang kondusif untuk pembelajaran, penelitian dan pegabdian kepada masyarakat; (15) Keterlibatan sivitas akademika Prodi D3 Teknik Mesin, dalam kegiatan akademik berupa seminar, simposium, diskusi, dan eksibisi yang berskala lokal, nasional, dan internasional tergolong baik; (16) Prodi D3 Teknik Mesin sangat mendukung kegiatan tridarma perguruan tinggi dosen sebagai suatu budaya ilmiah dalam upaya menumbuhkan kepribadian ilmiah; (17) Hasil Pembelajaran yang dilakukan di Prodi D3 Teknik Mesin sangat baik, terlihat dari Kompetensi lulusan dan kesesuaian kompetensi dengan tuntutan pemanfaat yang tercermin dari hasil tracer study; (18) Outcome yang diperoleh Prodi D3 Teknik Mesin terhadap penerapan kurikulum yang mengakomodir masukan dari stakeholders tesebut,  menunjukkan bahwa lulusan unila semakin cepat terserap oleh pasar kerja; (19) Prodi D3 Teknik Mesin telah menghasilkan produk yang berupa model-model, karya inovatif, hak paten, sebagai hasil penelitian yang telah dimanfaatkan dalam pembelajaran dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

 

Komponen F: Pembiayaan, sarana dan prasarana sistem informasi

Hasil deskripsi SWOT Komponen F diperoleh 8 kekuatan, 3 kelemahan, 4 peluang, dan 2 ancaman. Kekuatan dari Komponen F, yaitu: (1)  Sistem alokasi dana di Prodi D3 Teknik Mesin telah mengacu asas akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi dengan melibatkan semua unit kerja secara berjenjang; (2) Pengelolaan sarana dan prasarana yang dimiliki Prodi D3 Teknik Mesin sepenuhnya menjadi wewenang dan tanggung jawab serta dikelola oleh prodi sendiri melalui beberapa laboratorium dan menganut sistem resource sharing; (3) Prodi D3 Teknik Mesin memiliki prasarana (lahan dan gedung) dan sarana (ruang kuliah, laboratorium, dan perpustakaan) yang sangat baik dan sangat memadai; (4) Prodi D3 Teknik Mesin telah memiliki jaringan lokal atau LAN yang menginterkoneksikan seluruh komputer yang ada di lingkungan Unila baik secara wired atau wireless serta fasilitas perpustakaan, pusat pelayanan pembelajaran, dan laboratorium yang terpusat, lengkap, dan mudah diakses sivitas  akademika untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan penelitian; (5) Sarana dan prasarana Prodi D3 Teknik Mesinsangat sesuai dengan kebutuhan akademik dan nonakademik berupa fasilitas perpustakaan, pusat pelayanan pembelajaran, dan laboratorium yang terpusat, lengkap, dan mudah diakses sivitas akademika; (6) Keberlanjutan pengadaan dan pemeliharaan dilakukan sesuai ketersediaan dana rutin. Pemanfaatan sarana dan prasarana mengikuti pola resources sharing sehingga keberlanjutannya tidak menjadi kendala; (7) Sumber daya serta sarana dan prasarana pendukung untuk pemberdayaan sistem informasi sangat baik dengan Access Point sebanyak 11 indoor dan 30 outdoor; (8) Pemanfaatan sistem informasi di Prodi D3 Teknik Mesinsangat efisien dan efektif dengan mengembangkan sistem autentifikasi terpusat dengan single sign on (SSO). Kelemahan Komponen F, yaitu: (1) Perolehan sumber pendanaan (income generating) dari luar negeri secara mandiri belum ada; (2) Perlu penambahan gedung baru; (3) Koleksi buku dan jurnal yang kurang. Peluang dari Komponen F, yaitu: (1) Potensi alam daratan Propinsi Lampung belum tergali secara optimal; (2) Wilayah pesisir Lampung dengan pantai terpanjang di Sumatera belum dimanfaatkan secara optimal; (3) Banyak pulau kecil disekitar Lampung yang belum terkelola potensi alam dan wisatanya; (4) Pembangunan jalan tol Sumatera ruas Lampung (MBBPT) akan selesai 2018. Ancaman dari Komponen F, yaitu: Biaya operasional pendidikan yang semakin tinggi; (2) Pasokan listrik PLN yang masih terkendala.

 

Komponen G: Penelitian, Pelayanan/PkM, dan Kerja Sama

Hasil deskripsi SWOT Komponen G diperoleh 6 kekuatan, 4 kelemahan, 3 peluang, dan 1 ancaman.  Kekuatan dari Komponen G, yaitu: (1) Dosen di Prodi D3 Teknik Mesin memiliki kompetensi sangat baik; (2) Motivasi dosen melaksanan penelitian sangat baik; (3) Produktivitas dibidang penelitian sangat baik; (4) Diseminasi hasil penelitian pada seminar nasional dan internasional sangat baik; (5) Motivasi mahasiswa untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian sangat baik; (6) Kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta berjumlah banyak dan relevan keilmuan. Kelemahan Komponen G, yaitu: (1) Produktivitas dibidang pengabdian dengan pendanaan Kemenristekdikti masih rendah; (2) Publikasi hasil penelitian pada jurnal nasional dan internasional masih rendah; (3) Jumlah buku ajar dari hasil penelitian masih rendah; (4) Produk penelitian berupa HaKi dan Paten masih rendah. Peluang Komponen G, yaitu: (1)Dana penelitian dan pengabdian mengalami peningkatan dari tahun ke tahun; (2) Terdapat insentif terhadap jurnal nasional dan internasional; (3) Terdapatnya kerjasama kelembagaan dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri terkait kerjasama penelitian dan publikasi. Ancaman Komponen G, yaitu: Kompetisi untuk mendapatkan hibah penelitian dan pengabdian semakin ketat

 

 

Analisis antar Komponen

Analisis antar komponen dilakukan dengan cara melakukan survei SWOT Prodi D3 Teknik MesinUnila (Kuesioner) kepada responden yang terdiri atas pe­mang­ku kepentingan internal dan eksternal.  Pemangku kepentingan internal terdiri para pemimpin Unila, dosen, tenaga kependidikan, para mahasiswa. Pemangku kepentingan eksternal terdiri atas: alumni.  Responden diminta untuk memberikan rating (nilai)untuk setiap komponen SWOT yang telah diidentifikasi pada deskripsi setiap komponen sebelumnya.Pemberian rating berdasarkan besar-kecilnya kontribusi komponen terhadap perwujudan visi dan pencapaian tujuan Prodi D3 Teknik MesinUnila.  Rating terdiri atas 1, 2, 3, 4, dan 5. Rating 5 berarti komponen tersebut sangat berkontribusi sekali terhadap perwujudan visi dan pencapaian tujuan Prodi D3 Teknik MesinUnila. Rating 4 berarti komponen tersebut sangat berkontribusi  terha­dap perwujudan visi dan pencapaian tujuan Prodi D3 Teknik MesinUnila. Rating3 berarti komponen tersebut cukup berkontribusi  terhadap perwujudan visi dan pencapaian tujuan Prodi D3 Teknik MesinUnila. Rating2 berarti komponen tersebut kurang berkontribusi  terhadap perwujudan visi dan pencapaian tujuan Prodi D3 Teknik MesinUnila;  dan Rating 1 berarti komponen tersebut tidak berkontribusi  terhadap perwujudan visi dan pencapaian tujuan Prodi D3 Teknik MesinUnila.

Data pada kuesioner yang telah diisi oleh responden ditabulasi, diolah, dan dianalisis. Pengolahan data yaitu untuk menentukan rata-rata rating komponen. Setelah rata-rata rating untuk setiap komponen pada SWOT ditentukan, setiap komponen diberi bobot sedemikan rupa sehingga total bobot komponen pada faktor Strengths/kekuatan (S), Weaknesses/kelemahan (W), Opportunities/peluang (O), dan Threats/ancaman (T) sama dengan satu. Besar-kecilnya bobot ditentukan oleh besar kecilnya pengaruh komponen terhadap perwujudan visi dan pencapaian tujuan Unila.  Setelah masing-masing komponen diketahui rating dan bobotnya, skor komponen dihitung dengan mengalikan antar keduanya.

Berdasarkan analisis antar komponen tersebut diatas, diketahui bahwa skor Strengths/Kekuatan (S) lebih besar dari pada skor Weaknesses/Kelemahan (W) dan skor Opportunities/Peluang (O) juga lebih besar dari pada skor Threats/Ancaman (T).  Selisih skor kekuatan dan kelemahan yaitu:4.5886 – 2.1346 = 2.4540; sedangkan selisih skor peluang dan ancaman yaitu4.4675 – 2.1400 = 2.3275. Selisih skor tersebut kemudian digunakan untuk menentukan posisi Prodi D3 Teknik MesinUnila pada diagram evaluasi faktor internal dan eksternal Unila, seperti disajikan dalam gambar berikut.

 

 

 

 

Strategi dan Pengembangan Prodi D3 Teknik MesinUnila

Strategi pengembangan Prodi D3 Teknik MesinUnila dilakukan dengan 4 cara berdasarkan analisis SWOT.  Empat cara tersebut yaitu (a) strategi SO, yaitu menggunakan Strengths/Kekuatanuntuk memanfaatkan Opportunities/Peluang yang dimiliki Prodi D3 Teknik Mesin Unila, (b) strategi ST, yaitu menggunakan Strengths/Kekuatan untuk menangkal Threats/Ancaman,(c) strategi WO, yaitu menghilangkan Weaknesses/Kelemahan agar bisa memanfaatkan opportunities/ peluang, dan (d) strategi WT, yaitu menghilangkan kelemahan dan menangkal ancaman. Hasil strategi SO, ST, WO, dan WT Prodi D3 Teknik Mesin Unila. Setelah melakukan analisis strategi SO, ST, WO, dan WT,Prodi D3 Teknik MesinUnila memilih strategi SO sebagai strategi utama dan strategi lainnya sebagai strategi pendukung.

 

Hasil analisis pengembangan strategi, kemudian ditentukan prioritasnya dengan metode critical success factor (Whittaker, 2000). Setiap strategi dinilai oleh Task Force Penyusun Evaluasi Diri Prodi D3 Teknik Mesin Unila 2016 dengan cara memberi nilai 1, 2, 3, 4, atau 5.Nilai 5 berarti komponen tersebut sangat berkontribusi sekali terhadap perwujudan visi dan pencapaian tujuan Prodi D3 Teknik MesinUnila. Nilai 4 berarti komponen tersebut sangat berkontribusi  terhadap perwujudan visi dan pencapaian tujuan Prodi D3 Teknik MesinUnila. Nilai 3 berarti komponen tersebut cukup berkontribusi  terhadap perwujudan visi dan pencapaian tujuan Prodi D3 Teknik MesinUnila. Nilai 2 berarti komponen tersebut kurang berkontribusi  terhadap perwujudan visi dan pencapaian tujuan Prodi D3 Teknik MesinUnila.Nilai 1 berarti komponen tersebut tidak berkontribusi  terhadap perwujudan visi dan pencapaian tujuan Prodi D3 Teknik MesinUnila. Hasil nilai setiap strategi terhadap perwujudan visi pencapaian tujuan 1a, 1b, 1c, 1d, 1e,1f, 2, 3, 4 dan 5 dijumlahkan, kemudian diranking.

Ranking prioritas strategi pengembangan Unila secara terperinci diuraikan sebagai berikut ini.

  1. Meningkatkan peran SDM Prodi D3 Teknik Mesin dalam mempercepat pembangunan Lampung, memanfaatkan potensi geo-strategik, demografi, sumberdaya alam, dan peluang pesatnya pertumbuhan ekonomi karena perkembangan industri sebagai dampak positif peningkatan infrastruktur/konektifitas wilayah
  2. Meningkatkan pemanfaatan TIK untuk mendukung kerjasama dan pelaksanaan tridarma PT dalam sekala nasional, regional dan global
  3. Mendorong sivitas akademika untuk mendapatkan hibah penelitian dan PkM dari berbagai sumber pemerintah dan swasta (daerah, pusat, dan internasional)
  4. Meningkatkan jumlah dan mutu hasil penelitian berupa model, karya inovatif, hak paten, dan publikasi ilmiah
  5. Memperluas dan menguatkan kerjasama tridarma PT dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan intansi lain dalam bidang IPTEKS
  6. Meningkatkan perolehan dana hibah melalui penguatan institusi prodi dan intensifikasi serta ekstensifikasi pengabdian kepada masyarakat dari hasil penelitian
  7. Meningkatkan daya saing program studi
  8. Memanfaatkan kepakaran dosen dalam mengatasi masalah rawan bencana alam dan rendahnya infrastruktur di wilayah Lampung
  9. Berperan dalam mencari alternatif sumber energi terbarukan untuk mendukung aktivitas akademik di Unila (Mendorong solusi percepatan penyediaan listrik untuk mengatasi defisit energi Lampung)
  10. Meningkatkan prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional
  11. Mengoptimalkan riset sumber energi terbarukan untuk mendukung aktivitas akademik di Prodi D3 Teknik Mesin
  12. Meningkatkan daya saing program studi
  13. Meningkatkan jumlah dan mutu artikel yang dimuat dalam jurnal nasional dan internasional
  14. Mengoptimalkan riset sumber energi terbarukan untuk mendukung aktivitas akademik di Prodi D3 Teknik Mesin
  15. Meningkatkan kemampuan bahasa Ingris Mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan
  16. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat
  17. Meningkatkan income generating Prodi D3 Teknik Mesin Unila melalui kegiatan tridarma PT dan mengoptimalkan pemanfaatan aset prodi
  18. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memenangkan dana hibah program kreatifitas mahasiswa serta meningkatkan kelolosannya dalam PIMNAS
  19. Meningkatkan jumlah dan mutu hasil penelitian berupa model, karya inovatif, hak paten, dan publikasi ilmiah
  20. Meningkatkan kemampuan bahasa Ingris Mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan
  21. Memperlancar kenaikan pangkat dosen menuju guru besar
  22. Meningkatkan jumlah tenaga pendukung (staf administrasi, laboran) untuk mendapatkan sertifikat keahlian
  23. Mengoptimalkan sistem pembelajaran kewirausahaan termasuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan dosennya

 

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed