Alumni Teknik Mesin Unila Mendapat Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagusho/MEXT ) untuk Melanjutkan Study Program Magister di Kanazawa University

Sudah banyak alumni prodi S1 Teknik Mesin yang bekerja di berbagai perusahaan besar di Indonesia, dan juga memilih jalan untuk berkarier menjadi peneliti atau akademisi. Mereka melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional. Salah satu alumni yang berkesempatan melanjutkan studi magister di luar negeri adalah Sangkot Sahat Tua Lubis. Berikut petikan narasi dari yang telah disusun dengan sangat baik.

Perkenalkan saya Sangkot Sahat Tua Lubis, saya ingin berbagi sedikit pengalaman saat saya menyelesaikan studi sarjana teknik mesin Universitas Lampung hingga melanjutkan studi jenjang magister di Kanazawa University. Pada tahun terakhir studi sarjana, saya mulai mencari peluang untuk melanjutkan studi pendidikan. Langkah pertama adalah dengan mencari professor pembimbing atau supervisor, kemudian saya mulai menghubungi calon professor pembimbing saat itu melalui email. Dalam email tersebut saya menjelaskan beberapa background pendidikan dan tujuan riset yang akan saya lakukan disana. Setelah calon supervisor saya meyetujui proposal yang saya ajukan, kemudian beliau menjadwalkan pertemuan secara daring. Sesi wawancara tersebut dihadiri oleh calon professor pembimbing saya dan ketiga asisten professor beliau. Dalam sesi wawancara tersebut, saya mempresentasikan kembali background pendidikan saya berikut motivasi saya untuk kuliah disana dan tujuan riset yang akan dilakukan. Setelah presentasi selesai, beberapa pertanyaan umum dan spesifik mengenai tujuan riset diajukan kepada saya. Beberapa minggu kemudian saya menerima email bahwa beliau setuju untuk menjadi supervisor saya. Setelah mendapatkan LoA (letter of acceptance), beliau mengatakan bahwa saya diajukan sebagai calon penerima beasiswa Monbukagakusho (MEXT)/ Beasiswa Pemerintah Jepang. Kemudian saya mengisi berkas-berkas untuk pendaftaran beasiswa MEXT. Setelah menunggu kurang lebih selama 5 bulan hasil resmi dari program beasiswa telah keluar. Dari dua calon penerima beasiswa penuh di fakultas teknik, saya salah satu diantaranya.
Pada tahun pertama studi master, saya harus menyelesaikan 34 sks agar pada tahun kedua saya bisa fokus pada penelitian. Beberapa kelas cukup sulit karena dilakukan dalam bahasa jepang berikut bahan ajarnya. Pada tahun kedua saya mulai fokus pada penelitian, penelitian yang saya lakukan disini berkaitan dengan metode penangkapan CO2 dari udara bebas. Perancangan alat dan berbagai modifikasi dilakukan untuk meningkatkan hasil. Penangkapan CO2 dilakukan dengan sebuah adsorbent yang berputar, lalu CO2 yang tertangkap dilepaskan kembali dengan teknik temperature swing adsorption (TSA). Proses regenerasi dilakukan dengan bantuan steam generator. Hasil yang diperoleh sangat baik dengan daya konsumsi energi yang termasuk rendah, detail masih merupakan kerahasiaan lab. Harapannya dengan penelitian ini saya akan bisa berkontribusi terhadap masalah lingkungan yang sekarang kita hadapi. Terima kasih.
