Tim Dosen Teknik Mesin Unila Kembangkan Kompor Oli Bekas untuk UMKM Tahu Pak Sang Sang di Pesawaran

Pesawaran, 2025 — Tim dosen peer group Konstruksi dan Perancangan Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Lampung, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di UMKM Tahu Pak Sang Sang yang berlokasi di Pekondoh, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Kegiatan ini mengusung tema “Inovasi Kompor Oli Bekas bagi Usaha UMKM Tahu Pak Sang Sang: Solusi Hemat Energi dan Ramah Lingkungan di Kabupaten Pesawaran Lampung” dan didanai melalui Hibah DIPA Fakultas Teknik Tahun 2025.
Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Jamiatul Akmal, M.T., dengan anggota Asnawi Lubis, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., Novri Tanti, S.T., M.T., Ahmad Suudi, S.T., M.T., Nur Cahya Nugraha, S.T., M.T., dan An Nisaa Magnolia, S.T., M.T.
Perjalanan menuju lokasi ditempuh sekitar 1,5 jam dari Bandar Lampung, melewati jalur pedesaan yang asri. Sesampainya di lokasi, tim disambut hangat oleh Pak Sang Sang, pemilik usaha tahu yang telah lama beroperasi secara tradisional.

Dalam kegiatan ini, tim melakukan pengenalan dan uji coba kompor berbahan bakar oli bekas sebagai alternatif pengganti kayu bakar. Seluruh personel tim terlibat aktif mulai dari pemasangan, penyesuaian sistem pembakaran, hingga evaluasi performa alat. Saat pengujian, tim sempat menghadapi kendala pada oli yang terlalu kental, sehingga aliran bahan bakar tidak lancar. Namun, setelah dilakukan penyetelan ulang dan penggantian jenis oli, alat berhasil berfungsi dengan baik dan menghasilkan pembakaran stabil serta efisien.

Pak Sang Sang menyampaikan rasa terima kasih atas inovasi ini. Menurutnya, penggunaan kompor oli bekas membantu menekan biaya produksi dan lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan kayu bakar.
“Alat ini sangat membantu kami. Hemat, cepat panas, dan mudah digunakan. Terima kasih untuk tim dari Universitas Lampung yang sudah membantu kami,” ujar Pak Sang Sang.
Selain uji alat, tim juga berkesempatan menyaksikan langsung proses pembuatan tahu, mulai dari perendaman kedelai hingga pencetakan, di mana tahap perebusan menjadi bagian paling banyak membutuhkan energi panas — kini dapat dipenuhi oleh kompor inovatif hasil rancangan tim dosen.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Lampung dalam menghadirkan solusi teknologi tepat guna bagi pelaku UMKM, sekaligus mendorong penerapan prinsip efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan di masyarakat. (SDi/Mag)
Video dokumentasi lengkap kegiatan ini dapat disaksikan di Channel YouTube Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lampung.
