Sinergi untuk Kurikulum Unggul: FGD Dosen Teknik Mesin Unila dalam Menyusun Kurikulum Masa Depan

Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung telah melaksanakan rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tingkat dosen selama satu bulan penuh sebagai bagian dari proses evaluasi Kurikulum 2020 dan penyusunan Kurikulum 2025. Kegiatan ini berlangsung setiap hari Selasa, dimulai pada tanggal 13 Mei 2025, dan melibatkan empat program studi di lingkungan Jurusan Teknik Mesin, yaitu Program Studi S2 Teknik Mesin, Program Studi S1 Teknik Mesin, Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Otomotif (TRO), dan Program Studi D3 Teknik Mesin.
FGD ini merupakan tindak lanjut dari FGD sebelumnya yang telah dilakukan bersama para mahasiswa serta para pemangku kepentingan (stakeholders) dari dunia industri. Dalam FGD tersebut, berbagai masukan telah dikumpulkan, terutama terkait relevansi kurikulum terhadap kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi industri terkini, serta harapan lulusan terhadap kompetensi yang harus dimiliki.
Selama rangkaian FGD tingkat dosen, setiap tim kurikulum dari masing-masing program studi diberikan kesempatan untuk memaparkan hasil evaluasi Kurikulum 2020 yang telah digunakan selama lima tahun terakhir, serta rancangan awal Kurikulum 2025. Paparan disampaikan dengan sistematis, menunjukkan analisis mendalam terhadap kesesuaian antara mata kuliah, profil lulusan, dan capaian pembelajaran lulusan (CPL).

Tim dari Prodi S2 Teknik Mesin, misalnya, menyoroti pentingnya penguatan kompetensi riset dan inovasi teknologi untuk menghadapi tantangan global di bidang keteknikan. Prodi S1 Teknik Mesin menekankan pada penyesuaian CPL agar lebih adaptif terhadap transformasi digital dan green technology. Sementara itu, tim dari Prodi D4 TRO berfokus pada kebutuhan akan lulusan yang siap industri, dengan penambahan mata kuliah praktik terapan dan soft skills. Prodi D3 Teknik Mesin mengusulkan revisi struktur kurikulum yang lebih mengarah pada penguatan keterampilan teknis dasar dan keselamatan kerja, sejalan dengan masukan dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Diskusi dalam FGD berlangsung dinamis, partisipatif, dan konstruktif. Dosen dari berbagai keahlian turut memberikan masukan terhadap substansi kurikulum, strategi pembelajaran, serta metode asesmen yang lebih efektif dan terukur. Proses ini memastikan bahwa Kurikulum 2025 nantinya akan dirancang secara komprehensif, berbasis pada outcome-based education (OBE), serta mampu menjawab tantangan revolusi industri dan kebutuhan masyarakat.
Harapan ke depan, melalui kegiatan FGD ini, Jurusan Teknik Mesin dapat menghasilkan kurikulum yang lebih relevan, adaptif, dan kompetitif, serta mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik dan profesional. Kurikulum 2025 diharapkan menjadi landasan kuat untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat sinergi dengan dunia industri, serta menjawab kebutuhan pembangunan nasional dan global.




