PT. Kobelco Trading dan PT. Sararasa Biomass Jajaki Kerjasama Pengembangan Black Pellet dengan Teknik Mesin Unila

Transisi energi menjadi perhatian tinggi di berbagai sektor, termasuk industri. Dalam upaya mendukung transisi ini, PT. Kobelco Trading dan PT. Sararasa Biomass sedang menjajaki kerjasama dengan Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung (Unila) untuk mengembangkan teknologi Black Pellet. PT. Kobelco Trading yang berkedudukan di Jakarta dan diwakili oleh Bapak Seno Baskoro selaku Direktur, memiliki usaha ekspor di bidang energi, tertarik mengembangkan ekspor Black Pellet sebagai bahan bakar di industri negara-negara maju. Bersama PT. Sararasa Biomass yang berkedudukan di Surabaya dan diwakili oleh Bapak Daniel selaku Direktur, juga fokus pada industri biomassa, kedua perusahaan ini berencana untuk mengembangkan densifikasi Black Pellet produk torefaksi sebagai komoditas ekspor.
Kerjasama ini diawali dengan trial pengujian Black Pellet di laboratorium Termodinamika Teknik Universitas Lampung. Dr. Amrul, Ketua Lab Termodinamika Teknik sekaligus Ketua Tim Energi Biomassa, menyambut baik rencana kerjasama ini. “Kami sangat antusias dengan potensi kerjasama ini. Melalui pengujian dan pengembangan bersama, kami berharap dapat menghasilkan Black Pellet yang memenuhi standar kualitas internasional,” ujar Dr. Amrul.

Pada tahap awal, kerjasama ini akan fokus pada trial pengujian white pellet menjadi Black Pellet. Pengujian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses produksi, kualitas produk, dan efisiensi energi dari Black Pellet yang dihasilkan. Hasil pengujian ini akan menjadi acuan untuk rencana pengembangan kerjasama selanjutnya, termasuk potensi produksi Black Pellet dalam skala yang lebih besar. Beberapa manfaat yang nantinya bisa diambil dari kerjasama ini adalah :
- Peningkatan Kompetensi: Melibatkan akademisi dan industri dalam pengembangan teknologi energi terbarukan.
- Pengembangan Produk: Menghasilkan Black Pellet berkualitas tinggi yang dapat diekspor ke pasar internasional.
- Dukungan Transisi Energi: Mendukung upaya global dalam transisi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan.
- Ekonomi Berkelanjutan: Meningkatkan nilai ekonomis dari limbah biomassa melalui teknologi torefaksi.
PT. Kobelco Trading melihat potensi besar dalam pasar Black Pellet di negara-negara maju yang sedang beralih ke energi terbarukan. Dengan standar kualitas yang tinggi, Black Pellet dapat menjadi alternatif yang menarik bagi industri di negara-negara tersebut. Hasil pengujian trial akan menjadi dasar untuk menyusun rencana pengembangan lebih lanjut, termasuk aspek teknis, ekonomis, dan lingkungan dari produksi Black Pellet. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya global mengatasi perubahan iklim dan mendorong penggunaan energi terbarukan.

“Kerjasama ini merupakan langkah penting dalam pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia. Kami optimis bahwa dengan keahlian dan pengalaman yang dimiliki oleh semua pihak yang terlibat, kita dapat mencapai hasil yang bermanfaat bagi semua,” tambah Dr. Amrul. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan penjajakan kerjasama ini ada Bapak Hadi Prayitno, S.T., M.T. yang merupakan Dosen Teknik Mesin Unila dan Bapak Agus Supriyanto, S.T., M.T. alumni Teknik Mesin Unila yang sekarang menjadi Dosen Di Politeknik Negeri Lampung (Polinela).
Kolaborasi antara PT. Kobelco Trading, PT. Sararasa Biomass, dan Jurusan Teknik Mesin Unila ini menjadi contoh nyata dari sinergi antara akademisi dan industri dalam menciptakan solusi untuk tantangan energi masa depan. Diharapkan, hasil dari kerjasama ini dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan dan upaya global dalam mengatasi perubahan iklim.
